Rabu, 13 Maret 2019

Pengalaman Mendaki Gunung Arjuna yang Menegangkan


Tanya Nahti - Gunung Arjuna, atau dalam ejaan asli Arjuno, merupakan gunung berapi kerucut (istirahat) di Jawa Timur, Indonesia. Tingginya mencapai 3.339 mdpl, membuatnya sebagai gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur setelah Gunung Semeru dan Gunung Raung

Tak hanya itu Gunung Arjuna turut menjadi gunung tertinggi keempat di Pulau Jawa. Biasanya gunung ini dicapai dari tiga titik pendakian yang cukup dikenal yaitu dari Lawang, Tretes dan Batu. Nama Arjuna berasal dari salah satu tokoh pewayangan Mahabharata.

Seperti yang kita tahu, Gunung Arjuna merupakan tujuan pendakian rekomendasi di Indonesia. Selain tingginya yang mencapai lebih dari 3000 meter, terdapat pula beberapa objek wisata seperti Air Terjun Kakek Bodo yang juga salah satu jalur daki menuju puncak Gunung Arjuna.

Gunung Arjuno dapat didaki dari berbagai arah, yakni utara (Tretes) melalui Gunung Welirang, lalu timur (Lawang), barat (Batu-Selecta), dan selatan (Karangploso) sama-sama dari Sumberawan, Singosari.

Desa Sumberawan adalah desa pusat kerajinan tangan di kecamatan Singosari, Kabupaten Malang dan merupakan desa terakhir untuk mempersiapkan diri sebelum memulai pendakian. Bisa juga melewati Purwosari yang lebih gampang dilewati, karena hanya setengah jam dari jalan raya dan langsung sampai di Tambakwatu.

Pengalaman mendaki Gunung Arjuna saya bersama teman-teman, amatlah seru dan menegangkan. Banyak pengalaman yang dapat ditoreh serta diceritakan pada orang terdekat. Hal itu amat menyenangkan, pasalnya medan gunung ini berbeda dengan yang lainnya.


Momen pendakian berlangsung baik-baik saja dan seru, namun tak jarang kami teringat tentang fakta, mitos dan kepercayaan sejak zaman dahulu kala Gunung Arjuna. Apa sajakah itu? Simak penjelasannya sebagai berikut:

1. Masih Dihuni Hewan Buas Harimau Jawa
Konon, ada satu pantangan besar jika ingin menyusuri kedalaman Arjuna. Ya, jangan sekali-kali pecah dari rombongan, apalagi tak bisa baca arah atau jalan. Risikonya sangat besar karena tak hanya tersesat, tapi ada bahaya berupa harimau jawa yang mengintai.

Rumor soal harimau Jawa di Gunung Arjuna itu kuat. Banyak warga yang memberikan kesaksian tentang keberadaan hewan tersebut. Tetaplah berhati-hati dan jaga perilaku. Pastikan Anda atau salah satu anggota dalam rombongan tidak terpisah.

2. Legenda Pasar Gaib di Gunung Arjuna
Legenda pasar gaib di Gunung Arjuna, masih terdengar sampai sekarang. Kisah tersebut awalnya berkembang dari mulut ke mulut hingga akhirnya menjadi kepercayaan yang dipercaya oleh banyak orang. Bagaimana cerita yang berkembang?

Pasar gaib tersebut berada di area luas nan datar, sebelum puncak dan terdapat beberapa makan yang mengelilingi area sekitar. Banyak pendaki mengaku pernah mendengarkan suara ramai, bak pasar, di area tersebut. Tidak semua orang melihat keberadaan pasar gaib ini.

3. Mitos Keberadaan Alas Lali Jiwo
Alas Lali Jiwo memiliki makna hutan lupa diri. Konon, hutan itu dapat membuat tersesat siapa saja orang-orang yang melewatinya dengan niatan buruk. Menurut para aktivis spiritual, hutan tersebut dihuni banyak jin penunggu.

Menurut mitos yang beredar, bila tidak ingin tersesat di hutan Lali Jiwo, Anda mesti menjauhi beberapa larangan seperti mengenakan pakaian yang didominasi warna merah, membawa rombongan dengan jumlah ganjil, serta merusak situs-situs petilasan sekitar Gunung Arjuna.

Sejauh ini, Gunung Arjuna masih disenangi oleh banyak masyarakat sebagai destinasi pendakian yang seru dan menantang. Selamat menjelajah, jangan lupa mempersiapkan fisik serta mental!


EmoticonEmoticon